Balada Skripsi

skripsi

Aku udah jadi mahasiswa tingkat akhir di S1 Matematika UGM. Sekarang aku sedang menemui sang “algojo” yaitu skripsi. Yupz, skripsi ini sangat sakral sekali untuk dibicarakan karena akan lebih terasa gregetnya ketika kita sedang menjalankannya. Kenapa aku sebut algojo? Karena dengan skripsi inilah penentuan nasib kita di kampus. Serasa seperti menghantui memang tapi begitulah kenyataannya.

Banyak cerita yang aku dapatkan ketika aku menjalani skripsi ini. Suka dan duka aku dapatkan sudah dalam perjalananku menunaikan tugas muliaku ini. Mulai dari yang namanya takut ketemu dosen sampai mendapatkan the power of kepepet. Aku cuma mau membagikan beberapa cerita dan pengalamanku dalam pertempuran ini.

1. Malas. Penyakit ini merupakan penyakit utama dalam pengerjaan skripsi. Bolehlah kita istirahat tapi jangan sampe keterusan. Begitu kita udah mulai menunda si algojo tadi, dijamin bakalan susah untuk bisa kembali ke jalur yang benar. Aku sadar aku ini orang yang malas, makanya aku mencari dosen pembimbing yang sangat rajin.

2. Takut ketemu dosen. Ini merupakan akibat yang terjadi dari nomer 1. Kalo kita udah malas, alhasil kita ga akan dapet progres di skripsi kita. Meskipun dapet pasti juga cuma sedikit. Kalo udah kayak gitu pastilah kita akan menemui yang namanya keraguan untuk menghadap sang dosen pembimbing. Saranku sih, apapun yang terjadi, tetaplah menemui dosen pembimbing kita kalo ga mau kena masalah.

3. Beban hidup. “Emang skripsi udah jadi beban hidup?lebay banget sih!!”. Bukan skripsinya yang jadi beban hidup tapi orang tua kita. Ya, orang tua kita itu pasti merupakan acuan kita untuk menyelesaikan kuliah (untuk mahasiswa yang masih dibayarin orangtuanya). Bagaimanapun, mereka sangat menginginkan kita untuk segera menyelesaikan studi kita. Tau kenapa? Karena kita sebagai anak itu merupakan kebanggaan dari orangtua. Orang tua kita pasti ga akan menuntut semua pengeluaran dan perjuangan yang udah mereka berikan untuk mengasuh kita sampai menjadi yang sekarang ini. Tapi kita sebagai anak memang harus sadar diri. Camkan itu.

4. Pencerahan. Biasanya bagi mereka yang udah terkejar deadline (entah masa studi atau yg lainnya) pasti mereka akan menemukan yang namanya pencerahan. Mulai dari yang namanya kesadaran akan kewajibannya menyelesaikan skripsi atau bahkan menemukan penyelesaian dari susahnya materi skripsi. Kalo udah dapet yang kayak gini sih biasanya langsung lancar hehe.

5. Kepuasan. Kalo kita udah bisa mengerjakan skripsi kita tanpa hambatan (atau bahkan mungkin sidang) kita pasti akan menemukan kepuasan yang tk ternilai harganya. Kepuasan atas perjuangan yang kadang tak mengenal waktu ini.

Itu beberapa pengalamanku dalam pengerjaan skripsi. Ambil positifnya buang negatifnya. Aku cuma memberikan gambaran tentang bagaimana pengalamanku dalam perjuangan ini. Good luck buat kalian yang sedang/akan menjalankan skripsi.

2 comments on “Balada Skripsi

  1. miwawow says:

    Iseng nyari gambar skripsi buat blog saya, eh malah nyasar sini. Pas baca, Jleb! Ugh, saya banget! 6 bulan skripsi masih aja bab 1. Disuruh bab 3, malah takut bimbingan. Moga2 aja saya sadar ama ‘gamparan’ poin no 3. dan berhasil mencapai poin 4 dan 5 secepatnya.😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s