Tangisan Seorang Perempuan

tangisan seorang perempuan

Begitu sering mendengar berbagai perkataan bahwa perempuan lebih lemah daripada laki – laki. Entah hanya anggapan atau kenyataan, pernyataan seperti itu sudah bukan hal yang asing lagi. Saya juga tidak begitu mengerti mengapa banyak yang beranggapan seperti itu. Dipandang dari sudut fisik atau perasaan, saya juga tak begitu mengerti.

Secara fisik, gak semua perempuan itu lebih kecil dari pria. Tapi, banyak sekali yang mengatakan bahwa wanita itu lemah karena mereka lebih mudah menangis. Apakah itu yang dimaksud kelemahan wanita?

Bagi kalangan pria, tangisan mungkin merupakan hal yang memalukan. Tapi, yang namanya manusia pasti memiliki titik klimaks perasaan hingga air mata pun tak mampu lagi untuk dibendung. Namun, bisa dikatakan bahwa kaum pria bisa menyembunyikan perasaan mereka.

Bagaimana dengan kaum perempuan?

Tak jarang kita lebih sering melihat perempuan menangis. Ini adalah luapan emosi dan suatu ekspresi setiap perempuan dalam menghadapi ribuan masalah yang menimpanya. Namun tak jarang pula kita selalu mengatakan bahwa tangisan itu merupakan kelemahan bagi kaum hawa.

Yang harus kita ketahui, sesungguhnya perempuan itu sangat kuat. Tangisan itu bukan tanda kelemahan, melainkan suatu kekuatan yang hanya dimiliki oleh seorang perempuan. Ketika mereka menangis, mereka telah mengeluarkan semua peluh sehingga beban mereka berkurang dan selalu mencoba untuk terus bangkit. Meskipun rasa sakit itu tetap ada, mereka tidak peduli dan terus saja melanjutkan apa yang menurutnya baik bagi kehidupan yang menjadi tanggung jawabnya. Berbeda dengan pria, yang selalu menyembunyikan kelemahannya. Seorang perempuan tak pernah ragu untuk mengutarakan apa yang dirasakannya sehingga mereka tetap tegar dalam menghadapi setiap masalah hidupnya.

Janganlah kita rendahkan harga diri wanita, secara hakikat mereka sama dengan kaum pria. Kita semua memiliki kekuatan masing – masing yang benar – benar membuat kita bisa saling tegar meskipun tak beririsan.

Karya ini kupersembahkan untuk seorang perempuan yang tak pernah lelah membuatku tetap berjuang dalam menghadapi dunia ini meskipun akupun sama sekali tak pernah meminta untuk menghembuskan nafasku, untuk ibuku tercinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s