Pemilihan Raya Mahasiswa

pemira

Berhubung di kampus lagi marak2nya kampanye maka pada kesempatan yang diberikan ini aku mau membahas sedikit tentang pemilihan raya mahasiswa atau yang biasanya disebut sebagai PEMIRA Mahasiswa. Apa itu Pemira? Ya tadi kan udah dibilang kalo Pemira itu Pemilihan Raya. Jadi kalo di bahasa nasionalnya tu kayak sejenis pemilu gitu.

Kalo mau diusut sih sebenernya acara2 yang wajib dilakukan di pemira ini ya cuma pemungutan dan penghitungan suara doank. Seharusnya kayak gitu, tapi ya berhubung banyak anak muda yang makin kreatif mereka menambahinya dengan yang namanya kampanye dan semacamnya. Sebenernya yang mau aku usut disini cuma gimana kondisi pemira di kampusku doank, bukan secara umum.

Jadi, bagaimanakah keadaan pemira di kampus ane? Pemira di kampusku termasuk unik karena ada panitia, peserta, pelaksana, penonton, bahkan perusuh. Dan masing2 dari pemeran tadi punya caranya masing2 untuk memeriahkan pemira. Disini akan ane bahas satu persatu biar adil, merata dan bijaksana (opotoh??)

Yang pertama panitia pemira dulu aja deh ya. Panitia pemira ini merupakan sekumpulan orang2 yang mau meluangkan waktunya untuk mengurusi semua acara pemira. Mulai dari memperkenalkan calon,menyiapkan acara debat dan semacamnya. Biasanya sih panitia pemira ini merupakan orang2 yang netral. Atau bisa dikatakan tidak memihak ke satu sisi dan semacamnya.

Yang kedua, peserta pemira. Sapa aja sih peserta pemira? Peserta pemira ini meliputi calon ketua dan berbagai macam kelengkapannya seperti tim sukses dan sebagainya. Para calon dan tim suksesnya akan melakukan berbagai macam cara untuk bisa menarik suara yang bisa memenangkan pihaknya. Mulai dari kampanye, pencitraan diri, bahkan mungkin ada juga yang bisa menyerang lawan mainnya. Sebenernya sih aku kurang suka dengan yang namanya kampanye karena kampanye itu adalah sebuah latihan utnuk berbohong atau menutupi jati diri kita sebenarnya. Dan jeleknya lagi,kampanye ini justru datang bukan dari calon yang bersangkutan melainkan dari tim suksesnya. Yang mau maju siapa yang kerja siapa?? Kalo emang mau menang ya kalian tunjukin aja dengan kinerja kalian atau langsung berinteraksi kepada para target kalian. Lagian agak diragukan juga kalo tim suksesnya itu paham tentang apa yang mereka kerjakan.

Yang ketiga tadi pelaksana. Pelaksana disini adalah pemilih. Mahasiswa yang bisa dikatakan masih agak peduli biasanya sih langsung milih. Atau dengan kata lain mereka gak golput. Bukan berarti yang golput itu gak peduli lho ya. Golput itu merupakan suatu pilihan dengan berbagai macam alasan. Bisa aja mereka peduli tapi ga begitu suka dengan pemikiran calon2 yang tersedia. Daripada mereka munafik sih emang biasanya mereka lebih baik golput (Ni golput yang aku suka😀 ). Ada juga golput karena emang ga peduli dengan keadaan politik kampus. Yang lebih parah lagi tu golput karena ikut2an temen ckck.

Selanjutnya yang keempat adalah penonton. Penonton ini adalah mereka yang mengawasi akan jalannya pemira. Mereka biasanya ga mau ketinggalan berita tentang seputar pemira (selo tenan nek iki). Bahkan mereka bisa memberikan pandangan tentang bagaimana kinerja dan perkembangan para calon dan kalo udah expert sih biasanya mereka bisa menebak siapa pemenangnya (koyo politikus tenan kae lah pokokmen :p ).

Yang terakhir disebut alias kelima yaitu perusuh. Ada berbagai macam perusuh dalam pemira ini. Mulai dari perusuh murni, ikut2an/ga jelas maupun frontal. Perusuh murni ini adalah perusuh yang mengamati dan bahkan sudah mengerti akan jalannya pemira. Mereka akan mempengaruhi banyak pihak untuk berpikir ulang akan calon2 yang tersedia tadi. Perusuh ikut2an/ga jelas ni ya cuma ikut2an rusuh aja dan rusuhnya mereka tu ga jelas. Kayak ngerusak properti pemira dan semacamnya. Kebanyakan dari perusuh jenis kedua ini ga begitu paham akan jalannya politik kampus. Perusuh frontal ini yang agak berbahaya. Perusuh jenis ini bisa mengadu domba eh maksudnya mengadu para calon dan bahkan para pendukungnya. Mereka bisa membuat rekayasa seolah2 lawan mainnya yang menyerang padahal dia ga melakukan apapun. Kan bisa berabe tu jadinya. Pokoknya hampir sama kayak dulu isu SARA Jokowi-Ahok waktu mencalonkan diri jadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta itu lah. Yang agak berbahaya adalah biasanya perusuh ini datang dari orang2 terdekat bahkan bisa juga dari panitia pemira sendiri. But who knows?

Ya mungkin itu ajalah,panjang banget ternyata haha. Silahkan kalian tentukan sendiri kalian mau jadi apa, yang penting tetap menjadi diri kalian sendiri ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s