Fenomena Matematika

Awal aku memasuki dunia perkuliahan ( terutama matematika ) aku merasa bahwa hidupku akan menjadi sangat membosankan. aku memiliki sebuah paradigma bahwa rekan – rekanku yang akan menemani aku hingga lulus nanti adalah kutu buku sejati. Aku sudah menyiapkan beribu rencana untuk mengubah diriku untuk menjadi seorang Ricko yang membosankan. Aku sudah siap dengan segala konsekuensi yang mengharuskan membuang semua hobi eksentrikku dan berubah untuk menjadi sang penikmat teorema. Sudah terngiang di benakku bahwa dunia perkuliahan lebih mengekang kita dari dunia kebebasan seperti yang sudah aku alami di masa lalu.

Awal kuliah, aku masih sangat menutup diri untuk mengenal dunia persekitaranku. Dan yang aku dapatkan adalah mereka benar – benar tukang belajar!!! Entah hanya pandangan awal, sedang rajin kuliah, atau memang seperti itu aku juga tak mengerti.

Orang yang aku kenal waktu itu adalah Sandi Setiawan, Agus Fajar Nugroho dan juga Hairul Rozy karena mereka sudah satu kelompok ospek denganku. Yah, mereka juga waktu itu tak jauh beda dengan seperti yang kuharapkan. Lama kelamaan aku juga semakin mengenal dunia kelas dan kakak angkatan. Perlahan tapi pasti cuy..hehe

Setelah aku menjalani sekitar setengah semester, semua menjadi terasa berbalik dengan praduga awalku. Dimulai ketika aku mengenal sosok Arief Wahyu Kurniawan. Sosok seseorang yang telah merubah paradigma tentang dunia perkuliahan anak Matematika. Dia telah membawaku kembali ke dunia kebebasan yang bahkan jauh lebih bebas dari sebelumnya.

Setelah berjalan satu semester aku benar – benar merasa hidup karena semua tidak seperti yang kubayangkan. Mulai dari angkatan atas hingga angkatanku ternyata banyak yang jauh lebih parah…hehe

Tapi itu tidak berarti semuanya bebas. Tetap saja ada yang menjadi penyeimbang alam matematika. Sedikit ironis saja, mereka sebagian besar hanya dimanfaatkan oleh orang – orang bebas. Sedikit menyedihkan tapi itulah hal yang sering terjadi.

Ini hanya sekedar coretan sebagian kisah yang saya alami. Akan ada cerita lanjutan penggalan alur hidupku yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s